Asal Usul Reog Ponorogo yang Wajib di Baca !

Jika kalian adalah orang yang menyukai seni daerah, kalian tentu sudah tahu seni yang sangat unik ini. Ya, Reog Ponorogo adalah salah satu budaya atau kesenian asli Indonesia yang berasal dari daerah Ponorogo. Seni Reog Ponorogo ini memang dikenal di seluruh pelosok negeri dan bahkan di negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, banyak yang mengklaim bahwa Reog Ponorogo berasal dari budaya mereka.

Jika Reog Ponorogo ini ditinjau secara budaya, itu tidak dapat dipisahkan dari asalnya. Bahkan jika ahli sejarah yang membahas asal-usul Reog Ponorogo ini pernah menjadi tayangan populer di layar TV, terlepas dari apakah Sejarah itu adalah benar atau tidak, kita sebagai warga negara Indonesia harus mampu memahaminya. Nah berikut ini cerita tentang asal-usul reog ponorogo, yang telah kita diringkas dari berbagai sumber terpercaya.

(Baca juga : Asal Usul Doraemon)

Asal Usul Reog Ponorogo

Asal Usul Reog Ponorogo
Asal Usul Reog Ponorogo

Alkisah pada zaman kuno terdapat sebuah kerajaan yang disebut Bantarangin, yang dipimpin oleh Prabu Kelana Sewandana. Raja ini adalah seorang raja yang bijak, namun tidak memiliki istri, kemudian ia dijodohkan seorang Permaisuri bernama Dewi Sanggalangit, yang mana ia adalah Permaisuri kerajaan Kediri kala itu, tetapi karena ia tidak mencintai Prabu Kelana Sewandana, lalu Dewi Sanggalangit memutuskan untuk melarikan diri dari Istana.

Setelah pencarian besar-besaran oleh prajurit kerajaan Bantar angin, Dewi Sanggalangit akhirnya ditemukan di sebuah gua dan bertapa. Dewi Sanggalangit diundang oleh Prabu Kelana Sewandana untuk kembali ke istana, namun ia bersikeras untuk tidak menikah, dan akhirnya Prabu Kelana Sewandana juga berjanji untuk memenuhi keinginan permaisuri.

Ketika itu Putripun mendengar tawaran Prabu Kelana Sewandana, dia berpikir lagi dan bermeditasi di dalam gua. Kemudian, sewaktu dia bermeditasi, dia menerima sebuah Wahyu untuk menanyakan tentang sebuah seni baru yang unik dan tidak ada sebelumnya. Seni harus melambangkan cinta Prabu Kelana Sewandana untuknya.

Tertekan oleh permintaan yang tidak beralasan dari dewi Sanggalangit, Prabu Kelana Sewandana bermeditasi, dan akhirnya Prabu Kelana Sewandana dari dewi Parwati menerima Wahyu pembuatan seni pertunjukan dalam bentuk tarian dengan Barongan dalam bentuk Reog.

Barongan
Barongan

Konsep Reog Ponorogo didasarkan pada bulu burung merak dan kepala harimau. Bulu merak yang terkandung dalam Reog melambangkan masa depan Maharani dan kepala harimau melambangkan raja Kelana Sewandana. Tarian Reog Ponorogo menggunakan kekuatan makhluk halus atau Jin untuk mengangkat beban dari Reog.

Tarian Reog Ponorogo langsung diperlihatkan kepada Permaisuri yang berada di depan lapangan. Ketika Permaisuri yang sedang bertunas melihat tarian tersebut, ia sangat gembira dan berjanji akan menikah dengan raja pengendara angin dengan syarat bahwa tarian Reog ditampilkan setiap tahun untuk memperingati hari pernikahannya. Sejak itu, Reog Ponorogo lahir dan masih ada sampai sekarang.

Tari Reog Ponorogo ini secara umum dikandung dengan campuran tarian seperti kuda, meskipun telah dihentikan sejak koloni Belkalian dan Jepang, namun pemerintah akhirnya memulai tahun 1983 karya seni Reog Ponorogo di perkenalkan kembali dan terus tumbuh. Semoga dengan penjelasan singkat mengenai asal usul reog porogo diatas bisa bermanfaat dan berguna untuk semua pembaca.

Rating Artikel
Review Date
Reviewed Item
Asal Usul Reog Ponorogo yang Wajib di Baca !
Author Rating
51star1star1star1star1star

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *