Fungsi Wayang Kulit
Fungsi Wayang Kulit

√ Pengertian, Jenis, Fungsi Wayang Kulit dan Penjelasannya

Pengertian Wayang Kulit – Sebagian masyarakat mungkin sudah tidak asing lagi dengan yang namanya wayang. Ada 2 Jenis wayang yang perlu diketahui, yaitu wayang kulit dan wayang golek. Wayang sudah ada sejak zaman para walisongo, bahkan wayang dijadikan sebagai alat syi’ar agama oleh salah satu walisongo yaitu sunan kalijaga. Wayang dianggap paling berhasil dalam penyebaran islam di Pulau Jawa.

Apa itu Wayang Kulit

Istilah wayang berasal dari kata “ Wwyang”  yang berarti bayangan atau bayang- bayang yang menjadi pertunjukkan untama dalam pertunjukkan wayang dapat disimpulan bahwa wayang kulit memilki arti seni pertunjukkan yang didlaalmnya menghadirkan boneka dengan bahan dasar kulit kerbau/ sapi yang dibentu dan dihias serta pertunjukkannya diiringi oleh sindehen sebagai pembawa lagu mulai  serta wiyaga nsebagai penabuh gamelan.

Wayang kulit adalah salah satu kesenian yang digemari oleh seluruh lapisan masyarakat, baik dikalangan masyarakat biasa yang berasal dari kalangan bawah atau pedesaan  serta  di kalangan masyarakat kelas atas atau keraton. Namun diera modern seperti ini tampaknya wayang menjadi hal dianggap kurang menarik di masyarakat. Padahal dalam pertunjukkan wayang kulit terdapat  banyak makna dan manfaat yang bisa diambil.

Wayang sendiri merupakan seni deoratif yang merupakan ekspresi dari sebuah kebudayaan nasional. Selain itu juga digunakan sebagai ekspresi kebudayaan nasional, media pendidikan, dan media hiburan.

Pertunjukkan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003 sebagai slah satu karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi ataupun warisan yang indah serta berharga (masterpiece of Oral and Intangible heritage of Humanity).

Wayang kulit sendiri lebih populer didaerah Jawa tengah dan Jawa Timur. Wayang Kulit dibuat dari bahan yaitu Kulit Sapi yang telah diproses menjadi berebntuk lembaran. Ukuran perbuah wayang memiliki ukuran 50×30 cm.

Kulit lembaran tersebut dipahat dengan peralatan yang biasa digunaan yaitu besi yang unungnya runcing terbuat dari baja yang harus emmilki kulaitas baik. Besi baja tersebut terlebih dulu dibuat dengan berabgai macam bentuk serta ukuran. Misalnya ada yang berebentuk runcing, kecil, pipih, besar seta bentuk atau model yang lain yang memeilkiki kegunaan serta fungsi yang berbada – beda.

Namun pada dasarnya, untuk menata atau membuat berbagai bentuk lubang ukiran yang sengaja dibuat hingga berlubang. Selanjutnya dilakukan pemasangan bagian-bagian tubuh seperti tangan, pada tangan ada dua sambungan, lengan bagian atas dan siku, cara menyambungnya dengan sekrup kecil yang terbuat dari tanduk kerbau atau sapi.

Tangkai yang fungsinya untuk menggerak bagian lengan yang berwarna kehitaman juga terbuat berasal dari bahan tanduk kerbau dan warna keemasannya umumnya dengan menggunakan prada yaitu kertas warna emas yang ditempel atau bisa juga dengan dibron, dicat dengan bubuk yang dicairkan.

Wayang yang menggunakan prada, hasilnya jauh lebih baik, warnanya bisa tahan lebih lama dibandingkan dengan yang bront.

1. Jenis-Jenis Wayang Kulit Berdasarkan Daerah

  • Wayang Kulit Cengkok Kedu
  • Wayang Kulit Gagrag Yogyakarta
  • Wayang Kulit Gagrag Surakarta
  • Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
  • Wayang Kulit Gagrag Jawa Timuran
  • Wayang Bali
  • Wayang Kulit Banjar (Kalimantan Selatan)
  • Wayang Palembang (Sumatra Selatan)
  • Wayang Betawi (Jakarta)
  • Wayang Kulit Cirebon(Jawa Barat)
  • Wayang Madura (sudah punah)
  • Wayang Siam

Dalam ranah dakwah wayang sendiri dijadikan sebagai media atau metode yang efektif untuk mensosialisasikan ajaran agama islam. Misalnya saja rukun islam yang berjumlah lima, filosofi pada pewayangan yang dijabarkan melalui tokoh tokohnya.

Nah uniknya didalam sajian wayang  tidak pernah menggurui, akan tetapi lebih ke banyak membuat penonton mencari sendiri arti yang terkandung dalam pertunjukkan tersebut.

Adanya transformasi nilai nilai agama dalam seni pertunjukkan wayang begitu nampak dan tdapat segera dicerna menjadi daya magis bagi masyarakat luas yang bukan hanya sekedar untuk menikmati sebuah pementasan namun juga digunakan sebagi sarana untuk berfikir.

2. Fungsi wayang kulit adalah sebagai berikut :

a. Wayang Kulit sebagai Transformasi nilai nilai ajaran islam

Pewayangan dalam masyarakat Indonesia terutama masyarakat didaerah jawa adalah hal yang sudah biasa pada masyarakat jawa. Sayangnya masyarakat menganggap bahwa wayang kulit hanya digunakan sebagai media hiburan atau tontonan saja, padahal dalam wayang kulit terkandung nilai-nlai pendidikan moral dan juga ajaran dari syari’at agama islam.

Dalam perkembangan islam sendiri wayang berperan dalam proses dakwah agama islam. Pada Mulanya saat masa Walisongo bentuk wayang senidri menyerupai bentuk manusia. Kemudian para walisongo sepakat untuk mengubah wayang menjadi bentuk pipih atau istilah jawanya yaitu “Gepeng” seperti bentul wayang saat ini.

Wayang merupakan salah satu sarana dakwah yang paling efektif, hal dikarenakan masyarakat jawa yang pada umumnya menyukai musik seperti gamelan, sehingga wayang memiliki daya tarik tersendiri bagi para masyarakat jawa.

b. Wayang sebagai media Edukasi atau Pendidikan

Peranan wayang memiliki unsur yang dominan, namun apabila dikaji dan ditelaah secara mendalam dapat ditemukan nilai nilai edukasi yang bermanfaat dan sangat penting bagi . kehidupan.Unsur unsur pendidikan sendiri bisa dilihat dari bentuk pasemon atau perlambang.

Contohnya saja dalam lakon lakon tertentu seperti yang diambil dari Serat Ramayana maupun Mahabrata sebenarnya tersimpan makna pendidikan yang bisa kita ambil pelajaran untuk diterapkan di kehidupan kita sehari-hari.

Selain itu kita juga bisa mendpatkan nilai nilai luhur serta pesn moral yang siampaikan oleh sang Dalang pada saat pementasan wayang kuli, karena sering melihat dan mendengarkan kisah kisah hidup yang digambarkan dalam lakon pewayangan tersebut, maka secara perlahan masyarakat akan mampu bersifat selektif terhadap perbuatan mereka dalam keseheriannya di lingkungan masyarakat luas.

c. Wayang sebagai media Informasi

Wayang jika dilihat dari segi penampilannya, sangat komunikatif didalam masyarakat luas. Wayang sendiri dapat digunakan untuk memahami suatu kebiasaan atau tradisi yang telah berlaku dmasyarakat.

Selain itu wayang juga digunakan sebagai alat atau sarana untuk melakukan pendekatan kepada maasyarakat. Dimana didalam wayang akan diberikan informasi tentang masalah masalah kehidupan serta segala seluk beluknya.

d. Wayang sebagai media Hiburan

Wayang kulit diapakai sebagai pertunjukkan didalam berbagi jenis keperluan sebagai hiburan. Selain untuk hiburan juag digunakan sebagai sarana spiritual.Selain itu juga sebagai pengenalan warisan buadaya lokal bagi generasi peenerus.

e. Wayang diguankan sebagai sarana pendidikan mental

Untuk membangun manusia seutuhnya, pembangunan mental adalah penting sekali. Oleh karena itu pengenalan nilai wayang, terutama wayang kulit Purwa yang banyak orang mengatakan bahwa wayang adalah kesenian klasik yang adi luhung, perlu digalakan.

Lebih-lebih disekolah-sekolah sebagai pusat kebudayaan dan tempat pumpunan generasi muda yang menadi generasi penerus bangsa perlu dikenalkan, diserapkan, dan ditanamkan.

Unsur-unsur pendidikan dalam wayang kulit mengenai hal-hal seperti; masalah keadilan, kebenaran, kesehatan, kejujuran, kepahlawanan, kesusilan, psykhologi, filsafat, dan berbagai problema watak manusiawi yang sukar diungkapkan atau dipecahkan.

Baca Juga :  Asal Usul Wayang Kulit, dan Tokohnya Menurut Buku Sejarah

Review Artikel

Rating

Rating Artikel

User Rating: 4.62 ( 3 votes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.