Jamur Beracun
Jamur Beracun

√ Dampak, Ciri-Ciri, dan Tips Memilih Jamur Beracun / Tidak

Jamur Beracun – Diantara kalian pasti ada yang menyukai jamur sebagai santapan untuk makan sampai camilan, selain karena harganya yang pas dikantong juga bisa ditanam  sendiri dilahan rumah. Tak heran banyak orang yang menyukai tanaman ini, baik diolah menjadi keripik, tumisan, sate dan olahan lainnya yang lezat dan beranekaragam.

Jamur adalah salah satu jenis tumbuhan yang bisa dikonsumsi atau bahkan bisa dijadikan sebagai bahan makanan anadalan atau obat–obatan, namun, buat kalian perlu mengetahui semua jenis jamur yang aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Ada beberapa jenis jamur yang mengandung racun dan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia ataupun hewan.

Jamur dibedakan menjadi 2 jenis yaitu jamur yang bisa dikonsumsi atau janur edible dan juga jamur yang beracun atau non edible.

Jamur edible sendiri banyak dikonsumsi oleh seluruh dunia. Bebarapa jenis jamur yang termasuk jenis edibel antara lain, Jamur kancing ( Agaricuz bisporus), jamur kuping (Auricularia polytrica), jamur shiitake ( Lentinula edodes), Jamur merang (Volvariella).

Amanita phalloides dan amnita virosa dan jenis dai jamur non edible. Jamur Amonita phalloides adalah salah satu jamur  paling beracun dari jenis jamur payung.  Racunnya sendiri dapat menyebabkan iritasi, rasa sakit yang parah serta keruskan pada mata dan kulit. Sedangkan Jamur Amanita Virosa dapat merusak organ hati dan ginjal secara singkat.

Jamur Amanita sendiri memiliki sekitar 600 spesies yang ditemukan, ada yang beracun dan tidak beracun. Jamur Amanita Virosa (Destroying angel ) yang mempunyai ciri ciri berwarna putih dan akan berubah menjadi warna kecoklatan setelah dipetik.

Bila terlanjur mengkonsumsi jamur beracun dan timbul timbul gejala gejala seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, segera lakukan penanganan dengan memberikan air putih sebanyak banyaknya untuk menghindari adanya dehidrasi, usahakan yang bersangkutan jangan banyak bergerak dan segera bawa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.

Berikut adalah ciri ciri Jamur yang beracun:

  1. Memiliki warna mencolok
  2. Bau tidak sedap
  3. Nasi akan berwarna kuning ketika kita meanruh didalmnya
  4. Benda yg terbuat dari perak akan kehitaman atau kebiruan bila digosokkan jamur beracun terutama dari jamur Lactarius terminosus, namun tidak terjadi bila jamurnya Amanita phalloides.
  5. Mudah hancur bila diraba.
  6. Serangga yg mengkonsumsi jamur tersebut akan mati.

Tips memilih jamur yang beracun atau tidak sebagai berikut:

  1. Jangan mengambil jamur yang memiliki cawan pada bagian pokok batangnya, kecuali bila sudah kenal betul jenis jamur tersebut seperti jamur Merang dan lainnya.
  2. Jangan mengambil jamur yg belum mekar benar karena belum diketahui jenisnya dan  sulit dibedakan mana jenis yang beracun atau
  3. Jangan mengambil jamur dari kotoran hewan.
  4. Jangan memakan jamur yang bergetah setelah dipotong.
  5. Jangan mengambil jamur yabg berbau tidak enak dan berwarna coklat kehitaman,     kecuali sudah kenal betul seperti jamur Shitake yang berbau seperti petai.
  6. Kenal betul dengan jenis jamur yang akan diambil untuk dikonsumsi.
  7. Jangan mengambil jamur yang berasal dari tempat yang kotor dan berbau.
  8. Biasakan membawa logam perak untuk menguji apakah jamur yang diambil beracun atau tidak. Bila kita gosokkan sebagian jamur pada   perak berubah warna kehitaman atau kebiruan berarti jamur tersebut beracun.
    Apakah ada serangga yang sering menempel pada jamur tersebut, bila tidak patut dicurigai beracun.

Dampak yang terjadi jika mengkonsumsi jamur beracun adalah timbulnya beberapa variasi gejala sebagai berikut :

  1. Sakit pada bagian perut.
  2. Wajah pucat.
  3. Berkeringat dingin.
  4. Mual bahkan sering muntah.
  5. Tubuh lemas dan terkadang disertai kejang-kejang.
  6. Bibir kering.
  7. Mata berkunang-kunang.
  8. Pingsan, bahkan dapat berujung pada
  9. Kematian.

Di Indonesia sendiri tidak ada pedoman pasti mengenai kdar racun didalam sebuah jamur. Banyak orang mengacu pada warna, bentuk serta tempat tumbuhnya sebagai penentu apakah jamur  layak dikonsumsi atau  tidak.

Meskipun cara tersebut tidak bisa dipercaya 100%  karena nantinya ditakutkan akan muncul jenis jamur baru yang cirinya melawan teori tersebut. Itulah yang bisa kami sampaikan terkait dengan tips memilih jamur beracun dan lain lain, baca juga macam macam jamur beracun. Semoga bermanfaat.

Review Artikel

Rating

Rating Artikel

User Rating: 4.85 ( 2 votes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.