Sholat Tahajud

√ 30+ Keutamaan Sholat Tahajud dari Nabi Muhammad & Umar

Hai sahabat Ahsaniku.com yang dirahmati oleh Allah, kali ini kita akan belajar bersama mengenai Keutamaan Sholat Tahajud. Yang telah kita ketahui bersama dalam Al-Qur’an surat Al-Isra: 79 menjelaskan tentang perintah melakukan shalat tahajud yang berbunyi “ Dan pada sebagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji”.

Advertisement

Keutamaan Sholat Tahajud Menurut Umar bin khattab

Diriwayatkan oleh Shahabat Umar bin khattab R.a bahwa Rasulullah SAW bersabda: “ Barang siapa shalat di waktu malam dan menyempurnakan shalatnya di muliakan Allah SWT Sembilan karunia di dunia dan empat di akhirat”.

Adapun lima yang diterimanya di dunia adalah:

  1. Dilindungi oleh Allah dari bencana
  2. Terlihat tanda-tanda ibadah di wajahnya.
  3. Dicintai hamba-hamba Allah yang shaleh
  4. Dilancarkan lidahnya mengucapkan kata-kata hikmah
  5. Diberinya pengetahuan Fiqih

Sedang empat perkara di akhirat adalah:

  1. Dibangunkan dari kubur berwajah putih bersih
  2. Hisab dipermudah baginya
  3. Melewati Shirathal Mustaqim secepat kilat
  4. Menerima catatan amalnya dengan tangan kanan.

Keutamaan Sholat Tahajud Menurut Sunnah

1. Pendekatan diri kepada Allah SWT dan Penghapus dosa.

Diriwayatkan dari Abu Umamah rodhiyallahu anha, Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabda : ” Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), karena ia merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan bentuk pendekatan diri kepada Robb kalian, penghapus dosa-dosa serta pencegah perbuatan dosa.” H.R Tirmidzi (3549) dan Hakim (I/308)

2. Dapat Menyehatkan Badan.

Rosulullah Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda sebagaimana yang disebutkan dalam hadits riwayat Thobroni: “Kerjakanlah sholat malam (sholat tahajud), karena sesungguhnya ia akan mengusir penyakit dari dalam tubuh.”

3. Masuk surga dengan kedamaian.

Thobroni meriwayatkan dengan sanad hasan dari Abdulloh Ibnu Umar r.a, bahwa nabi sholallahu alaihi wasalam bersabda, “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat sebuah istana, dimana bagian luarnya bisa dilihat dari dalam, dan bagian dalamnya bisa dilihat dari luar.” Abu Malik Al-Asy’ari r.a bertanya, “Untuk siapakah istana itu, wahai Rosululloh?” Beliau menjawab, “Untuk orang yang berkata baik, memberikan makan, dan mengerjakan sholat malam (sholat tahajud)ketika orang-orang sedang tidur malam.”

4. Mendapat Kemuliaan di Dunia dan Akhirat.

Thobroni meriwayatkan dg isnad hasan dari Sahl bin Sa’d r.a, bahwa ia berkata, “Jibril datang kepada nabi saw seraya berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesuka hatimu, sesungguhnya engkau akan mati. Kerjakanlah sesukamu, sesungguhnya engkau akan diberi balasan atas tindakanmu itu. Cintailah orang yang engkau kehendaki, sesungguhnya engkau tetap akan berpisah dengannya. ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin itu terletak pada sholat malam yang dikerjakannya. Sedangkan kemuliaanya terletak pada kecukupannya dari (bantuan) orang lain.”

5. Tidak Akan Merugi.

Thobroni meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud r.a, bahwa Rosulullh saw bersabda, “Alloh tidak akan menjadikan rugi seseorang yang bangun tengah malam, lalu ia membaca surat Al Baqarah dan surat Ali Imron.

6. Mendapatkan Kedekatan dengan Allah Swt.

Tirmidzi meriwayatkan dari Amru bin ‘Anbasah r.a, bahwa ia pernah mendengar Nabi saw bersabda, “Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Robbnya adalah ditengah malam terakhir. Jika engkau bisa menjadi bagian dari orang yang berdzikrulloh ketika itu, lakukanlah.”

7. Dicatat sebagai golongan yang banyak menyebut nama Allah (berdzikir).

Rosulullah saw bersabda: “Jika seseorang membangunkan istrinya di tengah malam, lalu keduanya sholat malam dua rokaat secara berjamaah, maka keduanya dicatat sebagai bagian dari golongan laki-laki dan perempuan yang banyak berdzikir.” HR. Abu Dawud

8. Mendapatkan Rahmat dan Ampunan dari Allah.

Rosulullah Saw bersabda:”Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun malam, kemudian mengerjakan sholat dan membangunkan istrinya (agar ikut mengerjakan sholat malam), lantas jika istrinya enggan, maka ia memerciki wajahnya dengan air. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun malam kemudian mengerjakan sholat malam dan membangunkan suaminya (agar mengerjakan sholat malam), lantas jika suaminya enggan, maka ia memerciki wajahnya dengan air.” HR. Abu Dawud (1308) dan Ibnu Majah (1335).

9. Membuat diri terlihat tampan dan cantik.

Terkait dengan ini pula, Imam Ibnul Qayyim pernah berkata: “Sesungguhnya sholat malam itu dapat memberikan sinar yang tampak di wajah dan membaguskannya. Sebagian istri memperbanyak melaksanakan sholat malam. Ketika ditanyakan kepada mereka mengenai hal tersebut, mereka menjawab, ‘Sholat malam itu dapat membaguskan wajah dan kami senang bila wajah kami menjadi lebih bagus”.

Nabi menjelaskan dalam sebuah hadist “ bahwa orang yang melaksanakan sholat tahajud akan wajahnya akan terlihat atampan atau cantik di siang harinya.” (HR Ibnu Majah).
Syuraik berkata, “Barangsiapa yang banyak shalatnya di malam hari, maka wajahnya akan tampak indah di siang hari.” Lihat al-Kaamil karya Ibnu ‘Adi, (II/526).

10. Menjadikan Bijaksana dan Lisan Penuh Hikmah

“Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.” (Al-Furqan 25: 63-64).

Rasulullah SAW, yang bersabda: “Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”.

Adapun lima keutamaan di dunia itu adalah akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana, tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya, akan dicintai para hamba Allah yan shaleh dan dicintai oleh semua manusia, lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah dan akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama”.

11. Menenangkan hati.

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” [Baca Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah oleh Ibnul Qayyim (hal. 278)].

12. Bentuk Syukur Seorang Hamba.

Diriwayatkan Aisyah R.A, ia berkata : “Nabi SAW mengerjakan shalat malam hingga bengkak kedua telapak kaki beliau,lalu aku katakan kepada beliau,’Mengapa engkau melakukan seperti ini, ya Rosulullah, padahal dosamu yang lalu maupun yang akan datang telah diampuni oleh Allah? ‘Beliau menjawab,’Apakah aku tidak boleh menjadi hamba Allah yang bersyukur?” (HR Bukhori VIII/449 dan Muslim 2819 dan 2820).

13. Sunnah Rasulullah SAW yang paling dicintai.

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa pada) bulan Allah yang mulia (Muharram) dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.”.

Rasulullah SAW bersabda: “Sholat yang paling afdhol setelah sholat fardhu adalah sholat malam” (HR. An Nasa’i).

Rasulullah SAW bersabda: “Shalat yang paling dicintai Allah adalah shalat Nabi Dawud Alaihissallam dan puasa yang paling dicintai Allah juga puasa Nabi Dawud Alaihissallam. Beliau tidur setengah malam, bangun sepertiga malam dan tidur lagi seperenam malam serta berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Bukhori hadits nomor 3420).

‘Abdullah bin Qais mengatakan, bahwa ‘Aisyah Radhiyallahun anhuma berkata: “Janganlah kalian meninggalkan shalat malam karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau malas, beliau shalat dalam keadaan duduk.” [HR. Abu Dawud dalam kitab ash-Shalaah, bab Qiyaamil Lail, (hadits no. 1307)].

14. Digolongkan hamba yang berdzikir.

Bersabda Nabi SAW : “Jika suami membangunkan istrinya untuk shalat malam hingga keduanya shalat dua raka’at, maka tercatat keduanya dalam golongan (perempuan/laki-laki) yang selalu berdzikir.”(HR Abu Daud).

15. Digolongkan hamba yang bertakwa

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam taman-taman surga dan di mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan oleh Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu (di dunia) adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, (yakni) mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (Adz-Dzariyat: 15-18).

16. Menjadi sebaik-baik hamba Allah SWT.

Ibnu Hajar berkata: “Yang menjadi dalil dari masalah ini adalah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Sebaik-baik hamba adalah ‘Abdullah seandainya ia melakukan shalat pada sebagian malam.’ Kalimat ini mengindikasikan bahwa orang yang melakukan shalat malam adalah orang yang baik.”.

Ia berkata lagi, “Hadits ini menunjukkan bahwa shalat malam bisa menjauhkan orang dari adzab.” (HR. Al-Bukhari).

17. Mendapatkan tempat yang tinggi dan terpuji di sisi Allah SWT.

Ath-Thibi berkata: “Demi hidupku, sungguh, seandainya tidak ada keutamaan dalam melakukan shalat Tahajjud selain pada firman Allah: “Dan pada sebagian malam hari bershalat ta-hajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabb-mu mengang-katmu ke tempat yang terpuji.” [Al-Israa’/17: 79].

18. Memperoleh berbagai kemuliaan.

Rasulullah SAW, yang bersabda: “Barangsiapa melaksanakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya, dan dengan tata tertib yang rapi, maka Allah SWT akan memberikan 9 macam kemuliaan: 5 macam di dunia dan 4 macam di akhirat.”.

Adapun lima keutamaan di dunia itu adalah akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana, tanda ketaatannya akan tampak kelihatan di mukanya, akan dicintai para hamba Allah yan shaleh dan dicintai oleh semua manusia, lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah dan akan dijadikan orang bijaksana, yakni diberi pemahaman dalam agama”

Dalam riwayat yang lain, dikatakan bahwa Jibril pernah berkata kepada Rasulullah Saw: “Hai Muhammad, kemuliaan orang beriman ada dengan sholat malam. Dan kegagahan orang beriman adalah sikap mandiri dari bantuan orang lain”.(Silsilah Al-Hadis Ash-Shahihah).

“Bila Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama hingga yang terakhir pada hari Kiamat kelak, maka datang sang penyeru lalu memanggil dengan suara yang terdengar oleh semua makhluk, ‘Hari ini semua yang berkumpul akan tahu siapa yang pantas mendapatkan kemuliaan!’ Kemudian penyeru itu kembali seraya berkata, ‘Hendaknya orang-orang yang ‘lambungnya jauh dari tempat tidur’ bangkit, lalu mereka bangkit, sedang jumlah mereka sedikit.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam al-Musnadul Kabiir).

Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Kemulian seseorang terletak pada shalatnya di malam hari dan sikapnya menjauhi apa yang ada pada tangan orang lain.” (Kitab Mukhtashar Qiyaamil Lail).

Diriwayatkan oleh Abdullah bin Abbas ra. bahwa Nabi SAW bersabda yang artinya: “Orang-orang yang paling mulia dari umatku ialah mereka para pembawa Al-Qur’an dan orang-orang yang senantiasa sholat di malam hari.”.

19. Memperoleh Kewibawaan

Rasulullah SAW bersabda “Dan ketahuilah, bahwa kemuliaan dan kewibawaan seorang mukmin itu ada pada shalat malamnya” (HR. Hakim; hasan).

Wahab bin Munabih berkata, “Shalat di waktu malam akan menjadikan orang yang rendah kedudukannya, mulia, dan orang yang hina, berwibawa. Sedangkan puasa di siang hari akan mengekang seseorang dari dorongan syahwatnya. Tidak ada istirahat bagi seorang mukmin tanpa masuk Surga.” (Kitab as-Shalaatu wat Tahajjud hal 299).

20. Satu Rakaat Sama Dengan 10 Rakaat di Siang Hari.

Dari Ya’la bin ‘Atha’ ia meriwayatkan dari bibinya Salma, bahwa ia berkata, “‘Amr bin al-‘Ash berkata, ‘Wahai Salma, shalat satu raka’at di waktu malam sama dengan shalat sepuluh raka’at di waktu siang.” (ash-Shalaah wat Tahajjud oleh Ibnu al-Khirath hal 298).

21. Mendapatkan Pahala yang Besar.

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Rabb-nya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkah-kan sebagian dari rizki yang Kami berikan ke-pada mereka. Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata, sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [As-Sajdah/32: 16-17].

Al-‘Allamah Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Cobalah renungkan bagaimana Allah membalas shalat malam yang mereka lakukan secara sembunyi dengan balasan yang Ia sembunyikan bagi mereka, yakni yang tidak diketahui oleh semua jiwa. Juga bagaimana Allah membalas rasa gelisah, takut dan gundah gulana mereka di atas tempat tidur saat bangun untuk melakukan shalat malam dengan kesenangan jiwa di dalam Surga.” Baca Haadil Arwaah ilaa Bilaadil Afraah oleh Ibnul Qayyim (hal. 278).

Dari al-Hasan al-Bashri berkata, “Kami tidak mengetahui amal ibadah yang lebih berat daripada lelahnya melakukan shalat malam dan menafkahkan harta ini.” Lihat ash-Shalaatu wat Tahajjud (hal. 298).

22. Mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.” (HR Muslim).

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam Taurat tertulis, ‘Sungguh Allah telah memberikan kepada orang-orang yang lambungnya jauh dari tempat tidur apa yang tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia, yakni apa yang tidak di-ketahui oleh Malaikat yang dekat kepada Allah dan Nabi yang diutus-Nya.’” (HR. Al-Marwazi).

Thalhah bin Mashraf berkata, “Aku mendengar bila seorang laki-laki bangun di waktu malam untuk melakukan shalat malam, Malaikat memanggilnya, ‘Berbahagialah engkau karena engkau telah menempuh jalan para ahli ibadah sebelummu.’” Thalhah mengatakan lagi, “Malam itu pun berwasiat kepada malam setelahnya agar membangunkannya pada waktu di mana ia bangun.” Thalhah mengatakan lagi, “Kebaikan turun dari atas langit ke pembelahan rambutnya dan ada penyeru yang berseru, ‘Seandainya seorang yang bermunajat tahu siapa yang ia seru, maka ia tidak akan berpaling (dari munajatnya).’” Atsar ini diriwayatkan oleh al-Aajuri dalam Fadhlu Qiyaamil Laili wat Tahajjud (hal. 58).

23. Dicatat sebagai hamba yang shalih, taat dan ikhlas.

Hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.” (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).

“Biasakanlah dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR. Ahmad).

24. Dilihat Sebagai Hamba yang Istimewa di Mata Allah

Siapapun yang melakukan shalat tahajjud akan terlihat sebagai orang istimewa di mata Allah SWT. Itu karena doa ini dilakukan pada malam hari dan itu adalah saat yang spesial dan sungguh-sungguh dengan Allah.

“Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri, dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)”. (At-Tur 52: 48-49).

25.Menguatkan Alquran yang sudah dihafal.

“Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk

Advertisement
khusyu’) dan bacaan di waktu itu lebih terkesan.” [Al-Muzzammil/73: 6]

26. Mempercepat meraih cita-cita dan rasa aman.

Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah, sesungguhnya Allah tertawa terhadap dua orang laki-laki: Seseorang yang bangun pada malam yang dingin dari ranjang dan selimutnya, lalu ia berwudhu’ dan melakukan shalat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman kepada para Malaikat-Nya, ‘Apa yang mendorong hamba-Ku melakukan ini?’ Mereka menjawab, ‘Wahai Rabb kami, ia melakukan ini karena mengharap apa yang ada di sisi-Mu dan takut dari apa yang ada di sisi-Mu pula.’ Allah berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah memberikan kepadanya apa yang ia harapkan dan memberikan rasa aman dari apa yang ia takutkan.’” (HR. Ahmad).

27. Berhasil dalam jihad melawan hawa nafsu dan setan.

“Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.” (HR. Bukhari, 1142).

28. Mencegah diri dari berbuat dosa dan kemungkaran.

“Hendakah kalian mengerjakan qiyaamullail, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, mendekati diri kepada Allah Ta’ala, mencegah perbuatan dosa, menghapus kejahatan dan menangkal penyakit dari badan.” (Diriwayatkan At-Turmudzi, Al-Hakim).

“Allah telah menjadikan pada kalian shalat kaum yang baik; mereka shalat di waktu malam dan berpuasa di waktu siang. Mereka bukanlah para pelaku dosa dan orang-orang yang jahat.” (HR. ‘Abd bin Humaid, 1810).

29. Menjauhkan diri dari setan.

“Suatu hari pernah diceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang orang yang tidur semalam suntuk tanpa mengingat untuk sholat, maka beliau menyatakan: “Orang tersebut telah dikencingi setan di kedua telinganya ” (Muttafaqun ‘alaih).

“Setan mengikat pada ujung kepala salah seorang diantara kalian jika tidur dengan tiga ikatan. Masing-masing ikatan mengatakan: “Engkau masih memiliki malam yang panjang, maka tidurlah!’ Jika ia bangun lantas menyebut nama Allah, maka terlepaslah satu ikatan. Jika ia berwudlu, maka lepaslah ikatan berikutnya. Dan jika ia mengerjakaan shalat, maka terlepaslah satu ikatan lagi, sehingga keesokan harinya ia menjadi giat, demikian juga jiwanya akaan menjadi baik. Jika tidak demikian, maka keesokan harinya ia menjadi kotor jiwanya lagi pemalas.” (HR. Muslim 1163).

30. Menjauhkan Diri dari Kelalaian Hati.

Hadis Rasulullah SAW yang berbunyi: “Barang siapa mengerjakan sholat pada malam hari dengan membaca seratus ayat, maka ia tidak akan dicatat sebagai orang lalai. Dan apabila membaca dua ratus ayat, maka sungguh ia akan dicatat sebagai orang yang selalu taat dan ikhlas.” (Al-Hakim dalam kitab Al-Mustadrak).

Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelelesaikan artikel ini dengan judul Keutamaan Shalat Tahajud. Kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kesalahan dalam penulisan, kalian juga bisa baca keutamaan bulan ramadhan, semoga tulisan ini dapat bermanfat untuk anda.

18 thoughts on “√ 30+ Keutamaan Sholat Tahajud dari Nabi Muhammad & Umar

  1. Tahajud adalah Sholat Malam, dikerjakan pada malam hari dan dianjurkan pada 1/3 malam terakhir (jam1-3 pagi)kalau dah lewat malamnya kamu mau sholat tahajud ya udah salah berarti, daripada mengejar sholat tahajud yang dah lewat apabila memasuki waktu subuh ada sebuah sholat yang nggak kalah utamanya yaitu Sholat Fajar 2 rakaat, Sholat Fajar normalnya dilakukan antara Sholat Adzan dan Sholat Subuh waktunya. akan tetapi apabila tidak sempat misalnya berjamaah di masjid keburu Iqamah, tentu kita sholat subuh dulu, kemudian boleh sholat Fajarnya setelah Sholat Subuh..

  2. Untuk sholat tahajud syaratnya adalah sebelum tidur harus sholat isya kemudian tidur dan bangun tengah malam.

    Agar bisa bangun tengah malam, saran saya sholat isya pada waktu awal isya terus dilanjutkan tidur sekitar jam 8 malam. Sebelum tidur hendaknya diniatkan "mau bangun tengah malam untuk sholat tahajud"

    Dan semua akan terjadi sesuai dengan keinginan. Bila kamu belum tidur terus sholat dengan niat "sholat tahajud", maka malaikat Roqib Atid hanya tersenyum melihat kelakuan kamu.

  3. Waktu shalat Tahajjud adalah setelah Isya sampai sebelum Shubuh. Jadi sah sah saja jika anda melaksanakannya sebelum masuk waktu subuh, asal dilaksanakan setelah tidur. Waktu shalat Tahajjud dibagi 3 :

    1. Sepertiga pertama, yaitu setelah Isya sampai sekitar pukul 22. Ini di sebut waktu utama
    2. Sepertiga kedua, yaitu sekitar pukul 22 sampai pukul 1. Ini disebut waktu yang lebih utama.
    3. Sepertiga ketiga, yaitu sekitar pukul 1 sampai masuknya waktu subuh. Ini disebut waktu paling utama.

  4. Keren sangat keutamaan dari sholat tahajud ini, selain menambah kecintaan Allah kepada kita, juga ada segudang manfaat yang bisa di raih, sangat disayangkan sekali jika meninggalkan sholat tahajud ini

Tinggalkan Balasan ke Ahsaniku Jepara Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.