Kisah Istri Sholehah
Kisah Istri Sholehah

√ Kisah Istri Sholehah Zaman Nabi dari Kitab (Uqudulujain)

Kisah Istri Sholehah – Memilki istri yang cantik dan sholeh adalah impian semua lelaki. Karena memiliki istri sholehah adalah perhiasan dunia bagi para lelaki.

Istri Sholehah adalah wanita yang patuh serta taat memelihara kehormatan dari suaminya.

Kisah Istri Sholehah dari Kitab Uqudulujain karya Syaikh Nawawi

Subhanallah Wallahamdulillah Allahu Akbar

Para sahabat yang dirahmati Allah Berikut adalah kisah nyata seorang istri sholehah yang dikisahkan dalam kitab “ Uqudulujain” yaitu sebuah kitab yang dikaji oleh pondok pondok pesantran di Indonesia.

Kitab karya Syaikh Nawawi Al – Bantani ini sangat populer karena salah satu kitab yang membahas tentang masalh tata cara hidup berumah tangga yang islami dan membentuk keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah.

Dikisahkan ketika Rasulullah SAW masih hidup. Terdapatlah seorang istri yang shalilhah. Dimana wanita setia tersebut sangat taat terhadap suaminya.

Pada suatu hari, karena kewajibab Agama untuk pergi berjihad, ketika sang suami hedak berangkat untuk memenuhi panggilan suci melaksanakan jihad dia berpesan kepada istrinya.

Beliau berkata “ Istriku tersayang yang kucintai, aku akan pergi untuk melaksanaan jihad untuk meninggikan kalimat kalimat allah, sebelum aku pulang dari berjihad, kamu jangan pergi kemanapun dan jangan keluar dari rumah ini”.

Setelah berpesan demikian pada istrinya, berangkatlah sang suami menuju medan untuk berjihad. Beberapa hari berlalu, datanglah seorang kepada wanita tersebut yang megabarkan bahwa ibunya sedang mangalami sakit yang parah.

Orang yang diutus tersebut mengatakan pada wanita shalihah tersebut untuk segera menjenguk ibunya.

Ia berkata “ Ibumu saat ini sedang sakit parah, jenguklah dia sekarang”.

Dengan persaan gelisah wanita tersebut menjaeab “ Saya mohon maaf sebesar – besarnya bukannya saya durhaka tidak mau menjenguk ibu saya, namun saya dilarang oleh suami sya untuk keluar rumah sebelum suami saya pulang dari berjihad, tolong tuan sampaikanlah pemohinan maaf dan salam saya untuk ibu saya”.

Si utusanpun kembali pulang tanpa membawa wanita tersebut. Malam semakin berlalu sang suami yang pergi berjihad pun tak kunjung pulang.

Pada keesokan harinya sang utusan kembali datang dan mengabarkan pada wanita tersebut bahwa ibunya meninggal dunia.

Betapa sedihnya perasaan wanita itu, air matanya terus berlinang mendengar kabar bahwa ibunya telah tiada, bahkan disaat saat terakhir sang ibu tersyang ia tak berada disemping ibunya.

Yang utusan berkata “ Sekarang ibumu telah tiada, datanglah untuk memberikan penghormatan yang terakhir kepada ibumu sebelum ibumu dikebumikan hari ini”.

Namun sang istri shalihah tersebut menangis tersedu–sedu mengatakan ‘ Bukannya saya tidak mencintai ibu saya tapi saya memegang amanah dari suami saya untuk tidak keluar rumah hingga dia pulang dari jihad dan memberi saya izin.

Dengan rasa berat hati sang utusan pulang. Mungkin karena kesal dan heran dengan sikap wanita tersebut yang tidak mau datang walapun sang ibu sakit keras sampai ibunya meningggal.

Kemudian sang utusan mengadukan hal ini pada Rasulullah.

Dengan nada sedikit kesal sang utusan berkata pada Rasulullah SAW “ Wahai Rasulullah, wanita itu sangat keterlaluan , dari mulai ibunya sampai sakit parah hingga meninggall dunia dia tidak mau datang menjenguk ibunya”.

Rasulullah kemudian bertanya “ Kenapa dia tidak mau datang “ utusan menjawab “ Wanita tersebut mengatakan bahwa dia tidak mendapat izin keluar rumah sebelum suaminya pulang dari jihad”.

Rasulullah SAW tersenyum, sembari berkata “ Dosa – dosa Ibu wanita tersebut diampuni oleh Allah SWT karena dia memilki seorang putri yang sangat taat pada suaminya”.

Hikmah yang bisa kita ambi; adalah keteladanan wanita tersebut yang sangat patuh pada suaminya, meskipun ibunya meninggal ia tetap patuh terhadap suaminya untuk tetap dirumah sebelum mendapat izin suaminya untuk keluar rumah sebelum suaminya pulang dari jihad.

Sehingga sang ibu diampuni dosa–dosanya karena memilki putri yang sholihah.

Itulah yang bisa kami sampaikan terkait kisah istri sholehah yang menjaga harga diri suaminya dan mendapat karunia besar dari Allah, semoga bermanfaat.

Review Artikel

Rating

Rating Artikel

User Rating: Be the first one !

One thought on “√ Kisah Istri Sholehah Zaman Nabi dari Kitab (Uqudulujain)

  1. Sangat menginspirasi para istri sholihah zaman dahulu.

    Dimana ya bisa menemukan istri sholihah di zaman sekarang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.