Mitos Gunung Tangkuban Perahu
Mitos Gunung Tangkuban Perahu

√ 5+ Larangan dan Mitos Gunung Tangkuban Perahu

Mitos Gunung Tangkuban Perahu – Kalian pasti sudah sering mendengar objek wisata Tangkuban Perahu. Ya Objek wisata ini sangat ramai pengunjung. Gunung yang terletak di kabupaten Bandung dan subang ini memiliki panorama yang instagramble dan eksotis tak heran banyak pendaki yang ingin mengunjungi Objek wisata yang satu ini.

Selain itu Gunung Tangkuban perahu adalah salah shatu gunung yang termasuk dalam gunung behrapi aktif. Dimana diawasi oleh diawasi aktivitasnya diawasi oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Dimana keberadaan gas belerang dan sumber sumber air panahs menjhadi salah satu tanda aktifnya gunung ini.

Gunung ini memiliki ketinggian 2.084 meter diatas pemukaan laut ini melahihrkan legenda yang sangat terkenal dan populer yaitu Dayang sumbi dan sangkuriang, yaitu sebuah kisah yang menceritakan adanya cinta terlarang antara ibu dan anaknya laki-lakinya.

Gunung Tangkuban Perahu sendiri adalah salah satu obyek wisata di Jhawa Barat yang terletak di kawasan Lembang, kabupaten Bandung Barat. Memiliki 9 Kawah yang masih aktif . Gunung Tangkuban Perahu merupakan sisa dari gunung purba di Indonesia.

Ahli Geogologi menyetakan bahwa kawasan Tangkuban Perahu di dataran tingggi adalah sisa dari sebuah danau besar yang terbentuk darhi pembendhungan Sungai Citarum dan selalu dikaitkan dengan legenda sangkuriang.

Selama ini kerap beredar kabar tentang kisah kisah mitos gunung Tangkuban perahu dari masyarakat sekitar maupun para pendatang dan wisatawan. Berikut adalah mitos mitos yang ada di Gunung Tangkuban Perahu

Beberapa Mitos Gunung Tangkuban Perahu yang Harus diketahui

1. Angkernya Tanjakan Emen Ciater

Nah, kalian yang melewati perjalanan subang menuju Tangkuban Perahu, pasti melewati Tanjakan Emen yang berada di kawasan Ciater. Tanjakan ini dipercaya angker dan sering memakan korban. Beberapa mitos juga mengaitkannya dengan para penunggu Tangkuban Perahu.

Selain itu beredar cerita lain tentang seorang pria bernama Emen, yang tewas terbakar bersama truknya apda waktu kecelakaan. Emen dianggap sebagai sala satu korban kecelakaan pertama di tanjakan ini pada tahhuhn 1960-an. Nah sejak saat itu, arwa emen dianggap gentayangan dan meminhta korban untuk menemaninya.

Padahal, ekstrimnya tanjakan ini bisa dijelaskan secara logis. Adanya keberadaaan bukit disepanjang jalan yang ‘menutupi’ jalur didepannya, yang sekilas terliat landai ternyata berupa tanjakan.

2. Batu Pawadonan dan Pakain Dalam

Di daerah sekitaran Tangkuban Perahu juga terdapat kolam pemandian dengan sala satu batunya menyerupai alat kelamin wanita. Batu yang dinamai Pawadonan ini diyakini sebagai petilasan Dayang Sumbi, wanita yang berpaaras cantik dan awet muda hingga tua. Sampai sampai anak kandungangnya sendiri nggak mengenali dan jatuh hati pada kecantikan sang ibu.

Banyak pengunjung wanita yang ingin berendam disekitar batu ini untuk menamba aura kecantikan daam dirinya, setela berendam, mereka akan melempar pakaian dalamnya ke area pepoonan dibelakang batu sebagai syarat.

Mitos dan kisah mistis semacam ini memangh nggak bisa dipisakan dari tempat wisata alam. Kalian boleh percaya ataupun tidak yang penting tetap melestarikan alam dan menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya.

3. Air Kahuripan Memiliki Daya Magis

Ada beberapa pemandian air panas di sekiatar Tangkuban Perahu, Salah satunya berada di dalam gua. Kabarnya, air disini dialirkan langsung dari puncak Gunung Tangkuban Perahu dan digunakan langsung oleh Dayangh Sumbi pada Zaman dahulu kala.

Nah, Mata air keramat ini diesebut sebagai air kahuripan, yang dipercaya punya sederet daya magis. Banyak orang yang rela menempuh perjalanan panjang menuju gua ini untuk mendapat airnya atau mandi langsung di pemandian ini.

Menurut mitos Mata air keramat ini disebut sebagai air kahuripan, yang dipercaya punya sederet daya magis, Banyak orang rela menempu perjalanan panjang menujhu gua ini untuk mendapat airnya atau mandi langsung disini.

Air kahuripan mampu menyembuhkan beberapa penyakit, membuat wajah nampak awet muda, ingga mengilangkan rasa pegal. Nah bagaimana dengan kalian sobat, masi percaya tidak dengan kasiat –kasiat air keramat di pemandian ini.

4. Mitos Telaga Sangkuriang

Kisah legenda Dayang Sumbi dan Sangkuriang dipercaya sebgai cikal bakal Gunung Tangkuban Perau. Karena Dayang sumbi mengetaui bahwa sangkuriang adala anak kandungnya, ia memberikan syarat sebeum bersedia dinikahi.

Sangkuriang diminta membuatkan telaga dan sebua kapal di atasnya, yang harus selesai sebelum mataari terbit. Usaa itu gagal sebab Dayang sumbi berdoa sambil membangunkan ayam –ayam jago agar berkokok.

Lalu sangkuriang marah dan menendang perahu tersebut hingga terbalik, jadilah Gunung Tangkuban Perahu. Na, telaga yang dibangun sangkuriang ternyata ada bukti ilmianya lo. Yaitu Topografi wilaya dataran tinggi yang ada di Bandung yang berbentuk cekung seperti danau, yang diperkirakan asil dari sebua letusan gunung api purba.

5. Keberadaan Jin Sangkuriang

Saat membangun telaga dan perau, Sangkuriang dibantu oleh para pasukan jin agar pekerjaannya bisa selesai sebelum matahari terbit, kabarnhyaJin penunggu Tangkuban perahu yang masih ada hingga saat ini . Bayangkan jika sangkuriang saja sanggup menendang perahu sebesar gunung maka jin yang mmebantunya pasti juga tak kalah besar.

Berikut adalah beberapa Larangan Gunung Tangkuban Perahu. Untuk kebenarannya hanya sang penciptalah yang Tahu. Kalian juga bisa baca di artikel Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu sebelumnya, terimakasih.

Baca Juga :  √ Kisah Asal Usul Gunung Tangkuban Perahu yang Penuh Misteri

Review Artikel

Rating

Rating Artikel

User Rating: 4.7 ( 1 votes)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.